Senin, 24 Mei 2010 - 13:32:57 WIBAgar Rizki Senantiasa DiberkahiDiposting oleh : Administrator
Kategori: Manajemen Keuangan Keluarga
- Dibaca: 956 kali
Tanya :Assalamualaikum Wr.Wb.Ustadz saya ingin Tanya, dari kalkulasi pendapatan bulanan saya, sebenarnya cukup banyak, rata-rata di atas sepuluh juta per bulan; tetapi setelah kami evaluasi ternyata hasilnya tidak tampak kunjung kebahagiaan dan ketenangan dalam rumah tangga kami, mohon pandangan ustadz bagaimana Islam mengajarkan agar rizki senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Ahmad Mustofa, Jakarta Timur.
Jawab :Wa'alaikum salam Wr.Wb. Pak Ahmad yang kami hormati, marilah kita saling mendoakan, semoga Allah SWT senantiasa memberkahi rizki yang dikaruniakan kepada kita, sehingga terwujud kebahagiaan dan ketenangan jiwa pada diri kita dan keluarga kita.
Kita ketahui, bahwa tidak semua orang memperoleh karunia Allah yang sangat berharga ini. Seseorang yang dikaruniai oleh Allah kehidupan yang berkah ini biasanya ditandai dengan ziyadah al-khair , yakni senantiasa bertambah kebaikan secara dhohir dan bathin.
Sebenarnya Allah SWT dengan sifat Rahman dan RahimNya telah banyak mengaruniai keberkahan kepada hambanya, termasuk pak Ahmad sekeluarga. Semakin hambaNya pandai mensyukuri, semakin terasa nikmat atas rizki yang dikaruniakan kepadanya. “semakin terasa nikmat” itulah yang disebut dengan ziyadah al-khair, yakni bertambah kebaikan atau keberkahan.
Oleh sebab itu Pak Ahmad, agar nikmat "berkah" segera dapat kita rasakan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah pandai mensyukuri segala apa yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, baik rizki yang kita anggap sedikit maupun yang kita anggap banyak.
Sikap kedua yang perlu kita lakukan adalah bermuhasabah dari sisi cara mendapatkan rizki dan bagaimana mengelola serta memanfaatkannya; Bila ternyata dalam hal ini tidak sesuai dengan petunjuk Allah, jangan berharap akan mendapatkan nikmat keberkahan. Bahkan kita diingatkan oleh Rasulullah SAW terhadap dua perkara ini, yakni "cara mendapatkan rizki dan bagaimana menafkahkannya". Rasulullah SAW bersabda, di yaumil hisab nanti, setiap hambaNya akan dimintai pertanggung jawaban dalam empat hal oleh Allah SWT, dimana dua hal diantaranya meliputi nikmat harta yaitu "min aina iktasabahu wa fima anfaqahu", artinya dari mana kamu mendapatkan harta dan untuk apa kamu menafkahkannya.
Untuk itu usahakan dalam hal mencari rizki dengan cara yang halal dan menafkahkannya dengan perencanaan yang teratur, tidak bakhil dan tidak berlebihan (isyraf).
Bila hal tersebut di atas sudah kita lakukan secara optimal dan istiqomah, maka kuatkanlah dengan memperbanyak do'a kepada Allah, kemudian bertawakkallah kepadaNya, karena Dia-lah Zat yang memberi kebahagiaan dan yang menciptakan ketenangan di dalam jiwa orang-orang mukmin (QS. Al-Fath;4), dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, serta memelihara ketaqwaannya, Allah akan mencukupi segala kebutuhannya, dan memberikan kemudahan segala urusannya (QS. At-Thalaq : 3-4). Wallahu A'lam.
Baca Juga :
3 Komentar :
Apip02 Juni 2010 - 10:55:40 WIB Ya..ALLah sungguh utama orang orang yang berharta punya kesempatan yang lebih beramal dengan hartanya....semoga kami termasuk golongan mereka........
zakee04 Juni 2010 - 14:47:38 WIB saya iri dengan orang-orang dengan kekayaan di atas rata-rata, namun memiliki semangat tinggi beramal dan bersedekah..saya akan lebih iri lagi dengan mereka yang bergaji cukup atau (malah) di bawah rata-rata-, namun istiqamah bersedekah..saya InsyaAllah masih istiqamah berzakat, sedekah dan berinfaq..
Feb_mau15 Juli 2010 - 03:41:33 WIB Alhamdulillah, berikanlah keberkahan atas rizky yang telah Engkau berikan, ya Allah...
Isi Komentar :