MENINGKATKAN DERAJAT DI SURGA
Sabtu, 31 Januari 2009 - 14:41:25 WIB Diposting oleh : Administrator |
Kategori: Kolom Direktur
- Dibaca: 885 kali
Gambar:
Lainnya:
Setiap Muslim sudah pasti mengharapkan kelak di akhirat setelah meninggal nanti bisa masuk surga, karena itulah hakekat kesuksesan yang sebenarnya dari perjuangan yang sangat melelahkan selama hidup di dunia yang fana ini.
Bagi seorang Muslim, Islam mengajarkan untuk tidak merasa cukup hanya dengan harapan bisa masuk surga saja. Tetapi harus terus berdo’a dan berusaha untuk mencapai derajat tertinggi di surga nanti. Hal ini diutarakan langsung oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya. :”Apabila kalian berdo’a kepada Allah, mintalah kepada-Nya Surga Firdaus. Sesungguhnya Surga Firdaus adalah surga yang paling indah, luas, baik dan paling tinggi. Di atasnya adalah Arsy Allah, dari sana bermuara sungai-sungai surga.” ( HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).
Lebih lanjut Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di surga terdapat 100 derajat yang disiapkan oleh Allah untuk para pejuang di jalan Allah (Jihad Fi Sabilillah). Jarak antara setiap derajat seperti jarak antara langit dan bumi.” (HR Bhukori dan Muslim)
Itulah keutamaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dengan derajat yang paling tinggi di surga kelak.
Jihad fi sabilillah, itulah kunci untuk mendapatkan derajat tertinggi di sisi Allah dan sekaligus menduduki surga tertinggi di akhirat kelak. Dan jihad dengan harta dan jiwa merupakan perwujudan dari jihad fi sabilillah. Sebagaimana Allah berfirman, :” Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat:15)
Jihad dengan jiwa sudah tentu memerlukan waktu dan momen yang tepat untuk melakukannya, karena semua petunjuk baik Qur’an maupun hadist menerangkan bahwa jihad dengan jiwa identik dengan peperangan dalam bentuk fisik membela Islam dan melawan musuh-musuh Allah. Momen inilah yang sekarang tidak banyak kita temukan.
Tetapi jihad dengan harta kapanpun bisa kita lakukan selama di dunia ini masih ada orang-orang miskin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :” Orang yang mengurusi para janda tua dan orang miskin seperti orang yang berjuang di jalan Allah, atau orang yang selalu beribadah di malam hari dan puasa di siang hari” (HR. Ahmad, Bhukori, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i).
Persoalan yang dihadapi umat ini salah satunya adalah masalah kemiskinan yang kian meningkat, untuk itu diperlukan keterlibatan semua pihak untuk terus berupaya menanggulangi persoalan kemiskinan ini. Memang diperlukan kesabaran dan ketekunan agar kemiskinan ini bisa terentaskan dari bumi Indonesia ini khususnya.
Jika semua persoalan ini menjadi konsen kita bersama, maka bukan tidak mungkin pelan tapi pasti kemsikinan itu akan hilang dari hadapan kita. Lebih-lebih bagi kita sebagai seorang Muslim, kontribusi sekecil apapun merupakan bagian dari jihad kita yang Insya Allah akan mengangkat derajat kita di akhirat kelak sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW di atas.
Maka tunggu apa lagi, selagi hayat masih dikandung badan, sempatkan dan niatkan yang kuat untuk melakukan jihad dengan harta kita selagi kita bisa sebelum saatnya tiba untuk jihad dengan jiwa kita. Wallahu a’lam