Muwakif Graphic Designer
Rabu, 06 Januari 2010 - 13:16:16 WIB Diposting oleh : Administrator |
Kategori: Profil Muwakif
- Dibaca: 1085 kali
Gambar:
Lainnya:
Bakat dan kemampuan sebagai desainer grafis telah membawanya banyak berkenalan dengan orang-orang populer, sebut saja misalnya BJ. Habibie mantan Presiden RI, I Nyoman Nuarta seorang seniman Nasional terkemuka asal Bali serta beberapa pengusaha sukses dan populer lainnya. Bakat dan kemampuan itulah yang membuat ia dipercaya untuk mendesain karya-karya besar dalam bentuk buku, brosur dll.
Jika ia mau dan konsisten mengelola bakat dan kemampuannya, rasanya tak sulit baginya untuk menjadi orang terkenal di bidang desain seperti terkenalnya para perancang busana atau sejenisnya.
Itulah sekelumit profil Muwakif yang akan kita angkat pada edisi kali ini, dia lah
Momo Bargowo, seorang Bapak muda kelahiran 1972 dengan satu istri dan satu anak yang saat ini berdomisili di Kota Depok Jawa Barat.
Dengan gayanya yang santai, Momo setiap harinya selalu berkutat dengan komputer sebagai sarana baginya untuk mengaktualisasikan seni desainnya. Ketika bercerita tentang perkenalannya dengan BJ. Habibie, Momo menceritakan bahwa saat itu ada tender desain untuk membuat buku tentang Batam, tadinya iseng-iseng Momo mengajukan desainnya untuk bersaing dengan ratusan bahkan ribuan desainer dari dalam dan luar negeri. Entah kenapa katanya, ternyata desain yang ia ajukan terpilih untuk proyek pembuatan buku tentang Batam tersebut. Sehingga melalui pembuatan buku tersebutlah ia diperkenalkan dengan BJ Habibie.
Begitu pula ketika tahun 1996 yang lalu ketika sebuah lembaga pemerintah berencana menerbitkan buku 50 tahun Indonesia Merdeka, proposal desain dia terpilih untuk membuat buku tersebut yang ketika itu salah satu isinya adalah berupa sambutan dari Soeharto yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden serta para menterinya, dan buku tersebut pada saat itu termasuk buku yang di baca oleh para pejabat Negara ini dan Negara-negara sahabat, serta terdistribusikan bukan saja di dalam negeri tetapi juga luar negeri.
Bakat dan kemampuan ini semata-mata karunia Allah SWT yang diberikan kepadanya, demikian Momo menegaskan jika ditanya tentang kemampuan desainnya tersebut. Oleh sebab itu kata Momo, ia tidak segan-segan untuk membantu siapapun asal itu untuk kemaslahatan umat, termasuk membantu lembaga wakaf seperti Wakaf Center ini.
“ Seandainya pun saya tidak memiliki uang untuk berwakaf, jika diperlukan saya bersedia mewakafkan kemampuan saya ini untuk turut serta membangun peradaban umat melalui lembaga yang menurut saya dapat dipercaya dan amanah” demikian Momo menegaskan.
“ Saya sangat respek kepada para perintis dan pengelola Wakaf Center ini, sebab di saat sudah semakin meluasnya sifat individualisme diantara kita di tengah begitu banyaknya persoalan yang dihadapi oleh umat, masih ada orang yang mau mencurahkan segala kemampuannya untuk berperan dalam menyelesaikan problem tersebut” Kata Momo.
Lebih jauh Momo berharap, Mudah-mudahan Wakaf Center bisa berkembang dan maju agar optimalisasi peran yang diberikan semakin besar manfaatnya bagi umat. Namun Momo mengingatkan kepada para pengelola Wakaf Center untuk selalu konsisten dan istiqomah dengan cita-cita awal yaitu merubah kondisi umat kearah yang lebih baik dalam segala hal. “ Jangan sampai perjuangan tersebut ternodai oleh kepentingan individu sesaat dan bersifat rendah” Demikian Momo mengingatkan.